Nurul Izzah Aidilfitri

selangorku 1

.

Ahad, 3 Jun 2012

MENGINGATI HARI KELAHIRAN TAN MELAKA



KAWAN TAN MELAKA



NOTA:
anak terbaik dari dunia melayu
anak terbaik kaum tani
anak terbaik kaum buruh

pejuang internasionalis
pejuang kiri
pejuang sosialis
pejuang komunis






MENGENALI INTELEKTUAL MELAYU KIRI YANG AGUNG

Tan Malaka atau Ibrahim gelar Datuk Tan Malaka (lahir di Nagari Pandam Gadang, Suliki, Sumatera Barat, 2 Juni 1897 – meninggal di Desa Selopanggung, Kediri, Jawa Timur, 21 Februari 1949 pada umur 51 tahun)[1] adalah Bapak Republik Indonesia, seorang aktivis pejuang kemerdekaan Indonesia, seorang pemimpin sosialis, dan politisi yang mendirikan Partai Murba.

Pejuang yang militan, radikal, dan revolusioner ini banyak melahirkan pemikiran-pemikiran yang berbobot dan berperanan besar dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia. Dengan perjuangan yang gigih maka ia dikenal sebagai tokoh revolusioner yang legendaris.

Dia kukuh mengkritik terhadap pemerintah kolonial Hindia-Belanda maupun pemerintahan republik di bawah Soekarno pasca-revolusi kemerdekaan Indonesia. Walaupun berpandangan sosialis, ia juga sering terlibat konflik dengan Partai Komunis Indonesia (PKI).

Tan Malaka menghabiskan sebagian besar hidupnya dalam pembuangan di luar Indonesia, dan secara tak henti-hentinya terancam dengan penahanan oleh penguasa Belanda dan sekutu-sekutu mereka. Walaupun secara jelas disingkirkan, Tan Malaka dapat memainkan peran intelektual penting dalam membangun jaringan gerakan sosialis internasional untuk gerakan anti penjajahan di Asia Tenggara. Ia dinyatakan sebagai pahlawan nasional melalui Ketetapan Presiden RI No. 53 tanggal 23 Maret 1963.

Tan Malaka juga seorang pendiri partai PARI dan Murba, berasal dari Sarekat Islam (SI) Jakarta dan Semarang. Ia dibesarkan dalam suasana semangatnya gerakan modernis Islam Kaum Muda di Sumatera Barat.

Tokoh ini diduga kuat sebagai orang di belakang peristiwa penculikan Sutan Sjahrir bulan Juni 1946 oleh sekelompok orang tak dikenal di Surakarta sebagai akibat perbedaan pandangan perjuangan dalam menghadapi Belanda.


radio bangsar utama radio internet yang bangun melawan:






4 ulasan:

barry prima berkata...

TAN MALAKA?? lu biar betul?? gua ingat bapak pejuang kaum buruh 'JAKA SEMBUNG' hehehe

Tanpa Nama berkata...

ughang awak memang hebat...tepakso pai pulau jawo untuak organize. cubo wa'ang tengok kek selangor ko. kek tampek jawo jo ghamai lai sokong barisan.

Tanpa Nama berkata...

uihhh... ado urang awak yoo
ka ma ba A?
nahh...dikironyo dak ado...

Heaven berkata...

membaca riwayat Tan Melaka mengingatkan aku kepada Hishamudin Rais yang merantau ke bumi asing, dan keluar masuk ISA. Tahniah!