Nurul Izzah Aidilfitri

selangorku 1

.

Isnin, 2 Ogos 2010

SAJAK ULANG TAHUN KE 50 ISA !


DARI LEBAI GOOGLE - SILA KLIK DAN BESARKAN





JANJI LELAKI ITU


SATU

mereka datang tidak di jemput
mereka sampai tidak memberi salam
mereka masuk tidak mengetuk pintu

mereka datang ditengah tengah gelap yang hitam
mereka datang dengan muka tertutup
mereka datang dengan menendang pintu

datang untuk menangkap
datang untuk mencekup
datang untuk menggempar
datang untuk menakutkan sesiapa saja yang akan takut

ayah itu di gari
isterinya memandang
anaknya menangis
tentangga mengintai intai
lalu dia di bawa pergi

sang isteri bingong
sang anak meraung lagi
tetangga menjauhkan diri
takut telibat berimplikasi

kemana agaknya sang suami di bawa lari
kemana agaknya sanh ayah di bawa pergi
kemana agaknya polis ganas itu membawa dia pergi

heboh
heboh
heboh satu negeri
ada pengganas sedang beroperasi
untuk menjatuhkan kerjaan negeri

dua bulan kemudian sang ayah mucul kembali
dari kuala lumpur dia naik lori
waktu malam dinihari
dia dipindah ke sebuah penjara lagi

DUA

di kamunting kami dipertemukan
di kamunting kami di raikan
di kamunting kami di kurung dan di rayakan
di kamunting kami di kunci agar tahu harga kebebasan diri

satu hari dibilik bacaan
aku bertemu dengan si ayah

ianya seorang musliman yang warak
jantan yang berjanji kepada allah dan nabi untuk menjadi insan yang soleh
jantan yang berjanji kepada sang insteri untuk menjadi suami yang berbudi
jantan yang berjanji kepada anak untuk menjadi ayah yang sering memberi
jantan yang berjanji kepada alam untuk membawa kebajikan ke dunia ini

lalu kami bertegur sapa
lalu kami menjadi mesra
lalu kami bertukar cerita
tentang si anu
dengan si anu
tentang si polan
dengan si polan

sang isteri tidak datang melawat
sang anak jauh sekali
mahal harga tambang bas
dimana nak tidor
dimana nak bermalam
akhirnya tak perlu datang
akhirnya tak perlu bertandang

TIGA

dibilik bacaan kami bertemu sekali lagi
aku bertanya khabar
bertanya khabar seolah olah
kami baru pulang dari luar negeri
mukanya sedih tidak berseri

dia bercerita tentang anaknya ke sekolah
dia bercerita tentang bayaran hutang rumah
dia bercerita tentang isterinya yang susah

aku hanya mendengar
berat telinga mendengar
berat hati merasa
berat lagi sang isteri di rumah
berat lagi anak ke sekolah

lalu dia bercerita tentang rayuannya ditolak
lalu dia bercerita tentang semua tuduhan
lalu dia bercerita tentang malam dia di tahan

dia bercerita tentang pukulan dan tamparan
dia bercerita tentang tendang dan api rokok
dia bercerita tentang sumpah seranah yang diterima
dia bercerita tentang ancaman kepada anak dan isteri

kemudian dia mendongak ke langit
matanya memandang ke luar jendela
memandang ke arah bukit hijau
memandang ke alam bebas

EMPAT

ramadan pun sampai
maka kami pun beramal
sebulan kami berkhalwat
sebulan kami melihat hidup
sebulan kami bersendirian

ketika ramadan
aku juga mencuba menjadi lelaki yang baik
aku juga mencuba menjadi anak yang soleh
aku juga mencuba menjadi manusia yang membawa kebajikan

bila hari raya sampai
maka kunci itu pun di bukalah
pintu penjara luas terbuka
agar sanak saudara datang melawat
agar kaum keluarga berjabat mesra

pagi itu aku pun diziarahi keluarga

tidak aku sangka sangka
di meja hadapan aku
si jantan itu juga di kelilingi oleh anak dan isteri
ku lihat mukanya gembira ria
anak dipangku kiri
anak diriba kanan
isteri dihadapan

aku pun gembura sendiri
milihat kawan bersenang hati

mata aku liar memerhati dan mencari
mengintai bekalan jaudah hidangan mereka
aduh ! aku terperanjat tak percaya
apa yang aku lihat di pagi raya

bukan ketupat
bukan satay
bukan udang
bukan ayam
bukan lemang
bukan rendang
yang terhidang hanya mee goreng dan biskut kering
dan sebotol ayer lemonade

lalu aku mengalih mata
memandang ke atas bukit yang hijau
memandang ke alam bebas

LIMA

jam 7 pintu itu dikunci
maka aku pun terkurung
hari raya pun selesailah

malam pun datang
sehari telah berlalu

maka aku pun berjanji untuk menjadi manusia yang berbudi
maka aku pun berjanji untuk menjadi menusia yang memberi
maka aku pun berjanji untuk membawa kebajikan

untuk kau yang tidak tahu penjara
untuk kau yang belum ditahan tanpa bicara
untuk kau yang memiliki segala gala

kau dengar surah aku ini
di bumi ini orang orang baik lebih banyak dari orang orang jahat
di bumi ini orang orang baik lebih banyak dari orang orang jahat

jika kau ingin menjadi manusia yang baik
jika kau ingin menjadi manusia berbudi
jika kau ingin menjadi manusia pemberi
lakukan sesuatu untuk mengubah diri

kezaliman yang ada ini
sedang menunggu kau
menunggu kau yang baik hati
menunggu kau yang berbudi (TT)

3 ulasan:

Tanpa Nama berkata...

Kepada Pemimpin Pakatan Rakyat - Anwar, Lim Kit Siang, TG Hadi Awang... harap dapat mansuhkan akta kejam nih dengan segera bila tiba di Putrajaya nanti... jangan lupa yek...

Tanpa Nama berkata...

terbaik bro... hanya org yg penah merasa kepedihan ISA akan mengerti betapa zalim nya ISA....

UCOP berkata...

UNTUK GAMBARAN YG LEBIH JELAS..SILA KE TOKO-TOKO BUKU DAN DAPATKAN NASKHAH 'TAHANAN TANPA BICARA' DARI SYED HUSIN ALI