Nurul Izzah Aidilfitri

selangorku 1

.

Jumaat, 17 Oktober 2008

BILA PULAK JAWA JADI MELAYU ?

KUALA LUMPUR: Gagasan Badan Ekonomi Melayu (Gabem) semalam membuat laporan polis terhadap Ketua Wanita Gerakan, Datuk Tan Lian Hoe susulan kenyataannya yang dikatakan mempertikaikan asal-usul orang Melayu di negara ini.

Ahli Jawatankuasa Gabem, Naseron Ismail, berkata kenyataan Timbalan Menteri Penerangan itu bukan saja menyinggung perasaan orang Melayu malah menghina asal-usul keturunan mereka sedangkan sudah dibuktikan Malaysia adalah sebahagian daripada gugusan alam Melayu.


kah kah kah….. hina macam mana?.... kah kah kah…. menyinggung macam mana…. tak ada sapa pun tersinggung…. mak cik felda tak ambil pot pun…kah kah kah… tak caya? …pergi tanya orang jawa… dia tersinggung tak ?... pergi tanya orang banjar.. dia tersunggung tak?.... pergi tanya orang acheh… dia terhina ke?..... kah kah kah…. ari tu cakap mereka semua mereka ini melayu…. kah kah kah

tapi bila pulak gabem ini dilantik untuk mewakili banjar.. mendililing.. acheh…pilipina…..kah kah kah…. ni gabem ni kan kerja cari kontrek…. niaga atas angin… kan ini tempat berkumpul mat subcon…. kah kah kah..

nak tanya sikit melayu tu datang dari mana…. yoko…yoni… yunek…yoyo… yenan… yunan… yunan? Yunani ni bukan greek ke…. macam onani je bunyi nay… kah kah kah



20 ulasan:

Tanpa Nama berkata...

kahkahkah,
onani tuh kan melencap kahkahkah GABEM kaki melencap kan.

bodoh gabem berkata...

ni mamat macam org jepun...sejarah sudah di buktikan..masih nak twist twist the kenyataan....no wonder la..kerajaan malysia selalu dlm keadaan hybernation. tanya dia balik..bila jepun cuba nak ubah sejarah WWII, dia geram kah? then jgn bodoh lagi la..sejarah..nenek moyang hang sudah buktikan...u "rumput" yg mana satu layak komen? balik hybernate again la...at least tak kacau orang.

najib berkata...

betul ke brader GABEM ni company yang makan atas angin..

macam CMCA la untuk projek2 MINDEF..

patut la pun...
pastu nak tunjuk hero macam GABAN pulak...

tunjuk hero kat sini dapat duit atas angin ke?
ke nak melobi..

amanlegend berkata...

Salam..

Saya orang Minang puak 16..
Ugama lebih Utama dari Bangsa..

Selamat..

omak ekau berkata...

ko ni banyak sangat besastera.. banyak sangat tarik ganja.. ketawa la...

dasar beruk hutan rombau..

aku berkata...

lu bukan melayu ke isham? atau....

Izwan berkata...

;)

wak joworsky berkata...

kahkahkah...aku ni anak jawa totok punye la pekat nan ortodoks pon xtersinggung..malah aku sendiri malu nk ngaku aku ni melayu bile tgk keadaan melayu yg xkeruan cmni..penasaran!!!..jom gelak ramai2 kpd geng2 mat subcon atas angin ni...xlupe juga kepada pembela melayu Ameno!!!kahkahkah..

master berkata...

Brother Hisham memang hebat buat provokasi. Haha. Saya salute la.

Naik pening kepala saya. Err Bro Hisham solat Jumaat kat mana tadi?

Kat masjid Melayu ke, masjid Cina or Masjid India?

Ya Allah. Masjid pun dah jadi perkauman. Hebat la Malaysia ni.

Farouk berkata...

Ada sesiapa yang nak buat laporan polis terhadap Bro Isham kerana bersubahat menghina asal usul Melayu?...

Kita harus ingat bahawa rumpun Melayu juga luas sehingga ke Indonesia, Thailand dan Myanmar...Jadi jangan dipertikaikan asal usul Melayu. Sekarang Majlis Raja-raja dah mula murka akan mana-mana pihak yang cuba mempertikai hak istimewa Melayu yang terdapat dalam Perlembagaan...

Mamak Spicy berkata...

Bang..org eskimo org melayu jugak ker?

tuan ramadan berkata...

awek pertama dulu cina + melayu..kedua anak mami..ketiga mek kelate..tapi semua tak da jodoh..last2 kawin ngan banjar..psl dia islam n cun cam anak pak arab..oklah abg bergawet dulu..

deedslampor berkata...

jgn Diskriminasi dgn org Sabah n Sarawak...sbb kami BUKAN ORG MELAYU!!!

Sepukal berkata...

Sedikit Tentang Ragam Bahasa Melayu di Indonesia

Agustus 24, 2007 • Disimpan dalam Bahasa Melayu

Suku Bangsa Melayu merupakan salah satu suku terbesar di Indonesia setelah Suku Jawa dan Sunda, diperkirakan jumlahnya mencapai lebih dari 20-30 juta jiwa. Ciri khasnya, mereka bermukim di pesisir-pesisir pantai khususnya Sumatera dan Kalimantan. Namun menjadi basis kuatnya adalah Pulau Sumatera dimana mereka diyakini berasal. Dan ini adalah perpanjangan dari tulisan saya yang dibuat hampir setahun yang lalu.

Nama Melayu mulai dikenal pada masa berdirinya kerajaan Melayu di wilayah Sungai Batanghari yang kini membelah Propinsi Jambi. Dari sini kemudian kemungkinan tersebar hingga ke semenanjung Melayu. Kerajaan-kerajaan Melayu pernah ada dan tersebar hingga ke Pulau Kalimantan (Borneo). Sedangkan bahasanya bahkan menyebar hingga ke bumi Papua.

Persebaran suku yang disebut Melayu ini antara lain:

SUMATERA

Aceh Tamiang- Nanggroe Aceh Darussalam: Dikenal dengan nama Bumi Muda Sedia, dengan semboyan Kasih Pape Setie Mati. Mengacu pada kerajaan Tamiang yang berada ditepian sungai Tamiang. Meski dikenal sebagai wilayah Melayu di Bumi Rencong, namun Aceh Tamiang (yang merupakan pecahan Aceh Timur) ini juga heterogen. Bahasa Melayu yang dipakai serupa dengan Melayu Langkat.

Pesisir Timur Sumatera Utara:
Mulai dari Kabupaten Langkat hingga pesisir kabupaten Labuhan Batu, disitulah suku Melayu tinggal. Kota Medan yang merupakan kota no 3 di Indonesia penduduk aslinya adalah Melayu Deli. Langgam-langgam Melayu yang populer di Indonesia berasal dari Lagu Melayu Deli seperti Injit-injit semut. Dialek yang utama sebagian adalah Dialek Langkat, Deli dan Serdang.
Contoh
Maya kabar? – apa kabar?

Riau: Bagian barat Propinsi Riau didominasi oleh etnis Minangkabau khususnya di kawasan Kampar, Rokan Hulu, Inderagiri Hulu, Kuantan Singingi, bahkan kota Pekanbaru sendiri diperkirakan 60% penduduknya berasal dari Sumatera Barat dan berbahasa Minangkabau. Daerah Siak merupakan pusat Melayu di daratan Riau dengan basis di kawasan Siak Seri Inderapura yang dulunya merupakan pusat kerajaan Siak, Melayu dialek 'o' banyak dipakai di pedalaman Riau.

Kepulauan Riau: Sudah sangat diketahui bahwa Kepulauan Riau adalah pusat kebudayaan Melayu di Indonesia. dari sinilah katanya Bahasa Indonesia berakar, serupa dengan Johor. Mulai dari kepulauan Karimun, Singkep-Lingga hingga kepulauan Tambelangan, Kabupaten Natuna. Dialeknya cenderung menggunakan akhiran –e

Jambi: Dikenal dengan bahasa Melayu Jambinya selain berbagai bahasa lainnya yang masih digolongkan Melayu. Berpusat di kota Jambi dengan lafal 'o'. Suku-suku yang disebut Melayu juga tersebar di pedalaman. Dialek 'e' seperti Malaysia dipakai di wilayah pesisir Tanjung Jabung

Contoh:
lho kau skrg di mano….aku dewek bukan wong jambi tapi limo taon tinggal disano……kangen kalu pas musim durian dengan duku kumpei :( lah lamo jugo aku idak ke jambi….tapi ktanyo lah maju sekarang

Bengkulu: Bahasa Melayu dialek Bengkulu dipakai di Kota Bengkulu dan Sekitarnya, sedangkan bahasa-bahasa lainnya adalah Bahasa Rejang, Lebong, Muko-Muko dan Serawai yang masih digolongkan Melayu Tua.

Contoh Melayu Bengkulu:

"Bayu lah wangi, siko kek ayuk Kinan!"

"Eh, lucu kali dak? Kalo misalnyo segedang kito la punyo anak?"

Sumatera Selatan: Sebagian besar wilayah Sumsel menggunakan varian melayu yang berbeda. Bahasa Melayu Palembang sangat kuat pengaruh bahasa Jawanya karena Sultan Palembang di masa lalu diperkirakan bernenek moyang Jawa. Dialek utama adalah dialek 'o' dan 'e'. Contoh utamanya adalah, orang Palembang sering menyebut dirinya sebagai wong kito (orang kita yang sejenis dengan urang awak di Sumatera Barat). Sering disebut sebagai Baso Plembang

Contoh Melayu Palembang:

Mak mano kalo kito buka thread baru tentang baso plembang. sebab kadang men lagi ketemu budak plembang te metu baso jaman bingen laju tepingkel-pingkel.

belakangan makin galak bebaso plembang. awalnyo garo2 farah samo aku baru tau kalok umak-bapak kami tu ternyato bekawan nian. jadilah sering sms-an kami2 ni. berhubung ceritanyo "wong kita galo" ni tadi banggo nian samo baso leluhur, naaaa… mulai lah bebaso plembang terus.

dan lamo2 kuperhatike, plembang tu icak2nyo kecik nian. satu kenal samo yang lain. pacak lah itu di kawinan sepupunya, ado pulok eyangku. ujinyo jadi tamu bae, tapi diundang pulok pas siraman.

Bangka-Belitung: Juga merupakan penyebaran suku Melayu dengan dialek tersendiri.

Contoh Melayu Bangka:

lah lame dak pulang hutan di sekitar riau-silip agik ade dak ok,coz terakir ku palang hutang2 disane lah jadi kulong semue,kirak e ade lah dikit kesadaran kalau lah sude dimbil hasil e mbok ya lobange ditutup be,masak nek berbuat nggak bertanggung jawab aben,kasian kek anak cucu kite kelak dak pacak agik bekebun kelak

Melayu di Kalimantan

Apa yang disebut Melayu di Pulau Kalimantan ini ada dua asal usul, yakni yang memang berasal dari tanah Melayu, baik itu Sumatera atau Semenanjung Malayu, atau orang-orang Dayak yang masuk Islam dan menjadi atau menganggap dirinya sebagai Melayu.

Suku Melayu yang hidup di pesisir Kalimantan Barat umumnya adalah keturunan pendatang dari Riau Kepulauan atau Semenanjung. Sedangkan Melayu yang di tepi-tepi sungai adalah keturunan percampuran antara Melayu, Bugis dan Dayak atau orang Dayak yang masuk Islam dan menganggap dirinya sebagai Melayu. Dialek Melayu yang lazim di Kalimantan Barat antara lain:

- Dialek Pontianak

- Dialek Sambas

- Dialek Landak (Ngabang), dan

- Dialek Ketapang

Dialek Pontianak menggunakan akhiran 'a' yang terbaca 'e' sebagaimana Melayu Malaysia, namun dalam dialek Sambas 'a' ini terbaca 'é' hamper mirip dengan Betawi.

Untuk kasus di Kalimantan Selatan, apa yang disebut Melayu adalah orang-orang Banjar. Bahasa Banjar sendiri dibagi menjadi dua varian, yakni Banjar Hulu dan Banjar Kuala. Namun persamaan dengan Melayu di Sumatera semakin jauh dengan banyaknya pengaruh kosakata Bahasa Jawa dan Dayak. Contoh Bahasa Banjar antara lain:

* arai (Banjar Hulu), himung (Banjar Kuala); artinya gembira
* hagan (Banjar Hulu), gasan (Banjar Kuala); artinya untuk
* tiring (Banjar Hulu), lihat (Banjar Kuala); artinya melihat
* bungas (Banjar Hulu), langkar (Banjar Kuala); artinya cantik
* tingau (Banjar Hulu), lihat (Banjar Kuala); artinya toleh, lihat
* balalah (Banjar Hulu), bakunjang (Banjar Kuala); artinya bepergian
* lingir (Banjar Hulu), tuang (Banjar Kuala); artinya tuang
* tuti (Banjar Hulu), tadi (Banjar Kuala); artinya tadi
* ba-ugah (Banjar Hulu), ba-jauh (Banjar Kuala); artinya menjauh
* macal (Banjar Hulu), nakal (Banjar Kuala); artinya nakal
* balai (Banjar Hulu), langgar (Banjar Kuala); artinya surau
* tutui (Banjar Hulu), catuk (Banjar Kuala); artinya memukul dengan palu
* tukui (Banjar Hulu), periksa (Banjar Kuala); artinya memeriksa
* padu (Banjar Hulu), dapur (Banjar Kuala); artinya ruang dapur
* kau'u (Banjar Hulu), nyawa (Banjar Kuala); artinya kamu
* diaku (Banjar Hulu), unda (Banjar Kuala); artinya aku
* disia (Banjar Hulu), disini (Banjar Kuala); artinya disini
* bat-ku (Banjar Hulu), ampun-ku (Banjar Kuala); artinya punya-ku
* bibit (Banjar Hulu), ambil (Banjar Kuala); artinya ambil
* ba-cakut (Banjar Hulu), ba-kalahi (Banjar Kuala); artinya berkelahi
* diang (Banjar Hulu), galuh (Banjar Kuala); artinya panggilan anak perempuan
* nini laki (Banjar Hulu), kayi (Banjar Kuala); artinya kakek
* utuh (Banjar Hulu), nanang (Banjar Kuala); artinya panggilan anak lelaki
* uma (Banjar Hulu), mama (Banjar Kuala); artinya ibu
* hingkat (Banjar Hulu), kawa (Banjar Kuala); artinya dapat, bisa
* puga (Banjar Hulu), hanyar (Banjar Kuala); artinya baru
* salukut (Banjar Hulu), bakar (Banjar Kuala); artinya bakar
* kasalukutan, kamandahan (Banjar Hulu), kagusangan (Banjar Kuala); artinya kebakaran
* tajua (Banjar Hulu), ampih (Banjar Kuala); artinya berhenti
* bapandir (Banjar Hulu), bepéndér (Banjar Kuala); artinya berbicara
* acil laki (Banjar Hulu), amang, paman (Banjar Kuala); artinya paman

Varian Banjar di Kalimantan Selatan dan Tengah sedikit berbeda…Banjar Kalsel mengucapkan kadada (untuk tidak ada), sedangkan di Kalimantan Tengah yang banyak terpengaruh Bahasa Indonesia mengucapkan kadida.

Contoh lain Bahasa Banjar:

"Bahujung napa cu? Jangankan bahujung malah marugi. Wayah ini awak sudah ringkutan, pinggang sakit, tulang rasa dicucuk-cucuk, bajalan manggatar dan tabungkuk-bungkuk," ujar kai.

Sedang di Kalimantan Timur ada sebentuk bahasa yang dianggap Melayu, yakni Kutai yang dipakai oleh suku Kutai di kawasan tepian Sungai Mahakam. Disamping itu ada sebentuk dialek Melayu yang dipakai di kawasan Berau, belahan utara Kalimantan Timur

Contoh perbandingan Bahasa Banjar dengan Kutai adalah:

* busu (Banjar), busu (Kutai); artinya saudara dari orangtua kita yang termuda (bungsu).
* umpat (Banjar), umpat (Kutai); artinya ikut
* kawa (Banjar), kawa (Kutai); artinya dapat, bisa
* kayina (Banjar), kendia (Kutai);artinya nanti
* inya (Banjar), nya (Kutai);artinya dia
* sidin (Banjar), sida (Kutai); artinya beliau
* muntung (Banjar), moncong, sungut (Kutai); artinya mulut
* karinyum (Banjar), kerinyum (Kutai); artinya senyum
* rancak (Banjar), rancak (Kutai); artinya sering
* talu (Banjar), telu (Kutai); artinya tiga
* banyu (Banjar), aer (Kutai); artinya air
* pagat (Banjar), pegat (Kutai); artinya putus
* iwak (Banjar), iwak, jukut (Kutai); artinya ikan
* ilat (Banjar), elat (Kutai); artinya lidah
* dadai (Banjar), dadai (Kutai); artinya jemur
* jabuk (Banjar), jabok (Kutai); artinya lapuk
* andak (Banjar), andak (Kutai); artinya taruh
* luar (Banjar), jaba (Kutai); artinya luar
* kawah (Banjar), kawah (Kutai); artinya kuali
* muha (Banjar), muha (Kutai); artinya muka, wajah
* puhun (Banjar), puhun (Kutai); artinya pohon
* kolehan (Banjar Kuala), polehan (Kutai); artinya hasil
* kesah (Banjar Kuala), kesah (Kutai); artinya kisah
* tajak (Banjar), tajak (Kutai); artinya tancap
* pacul (Banjar), pacul (Kutai); artinya lepas
* amun (Banjar), amun (Kutai); artinya kalau
* padah (Banjar), padah (Kutai); artinya bilang
* jawau (Banjar), jabau (Kutai); artinya singkong
* payau (Banjar), payau (Kutai); artinya rusa
* lawai (Banjar), lawai (Kutai); artinya benang
* satundunan (Banjar), satundunan (Kutai); artinya setandanan
* tutuk (Banjar), tutuk (Kutai); artinya tumbuk
* tatak (Banjar), tetak (Kutai); artinya potong
* jarang (Banjar), jerang (Kutai); artinya memasak air
* carik (Banjar), carek (Kutai); artinya robek
* guring (Banjar), goreng, tidur (Kutai); artinya tidur
* sanga (Banjar), sanga (Kutai); artinya goreng
* olah (Banjar), olah (Kutai); artinya buat
* muyak (Banjar), muyak (Kutai); artinya bosan
* wada (Banjar), wada (Kutai); artinya cela
* uyah (Banjar), uyah (Kutai); artinya garam
* acan (Banjar), acan (Kutai); artinya terasi
* sudu (Banjar), sudu (Kutai); artinya sendok
* lading (Banjar), lading (Kutai); artinya pisau
* lawang (Banjar), lawang (Kutai); artinya pintu
* sarudung (Banjar), serudung (Kutai); artinya kerudung
* kamih (Banjar), kemeh (Kutai); artinya air kencing
* hera' (Banjar), herak (Kutai); artinya tahi
* kiyau (Banjar), kiyau (Kutai); artinya panggil
* putik (Banjar), putik (Kutai); artinya petik
* tapas (Banjar), tepas (Kutai); artinya cuci
* parak (Banjar), parak (Kutai); artinya dekat
* calap (Banjar), celap (Kutai); artinya basah
* halus (Banjar), halus (Kutai); artinya kecil
* bujur (Banjar), bujur (Kutai); artinya betul, lurus
* lanjung (Banjar), lanjong (Kutai); artinya keranjang
* karadau (Banjar), keradau (Kutai); artinya omong kosong
* bancir (Banjar), bancir (Kutai); artinya banci
* gair (Banjar), gaer (Kutai); artinya takut
* jauh (Banjar), jaoh (Kutai); artinya jauh
* karing (Banjar), kereng (Kutai); artinya kering
* habang anum (Banjar), habang muda (Kutai); artinya merah muda
* buting (Banjar), buting (Kutai); artinya buah
* selawi (Banjar Kuala), selawe (Kutai); artinya duapuluh lima
* tihang (Banjar), tihang (Kutai); artinya tiang
* mandi (Banjar), mendi (Kutai); artinya mandi
* sodok (Banjar Kuala), sodok (Kutai); artinya tikam
* tulak (Banjar), tulak (Kutai); artinya berangkat
* surung (Banjar), sorong (Kutai); artinya sodor
* kurus karing (Banjar), koros kereng (Kutai); artinya kurus kering
* ular sawa (Banjar), tedung sawah (Kutai); artinya ular sawah

Ada pula kelompok Melayu yang bermukim di Pulau Bali, tepatnya di kampung Loloan, Kota Negara, Kabupaten Jembrana. Mereka berleluhur asal Semenanjung terutama Trengganu dan Pontianak (Kalimantan Barat). Berbahasa Melayu di rumah, Berbahasa Bali diluar komunitasnya. Mereka diperkirakan datang ke Bali sekitar abad ke-18. Di Banyuwangi, Jawa Timur terdapat Kampung Melayu, namun kini komunitasnya hanya berbahasa Jawa dan Madura, Melayu telah terasimilasi menjadi penduduk setempat.

Sedangkan yang di Jakarta, Melayu sendiri sudah bukan lagi murni karena terjadi percampuran berbagai ras yang melahirkan Orang Betawi, dengan berbahasa Melayu Jakarta yang sekitar 43% kosakatanya dipengaruhi Bahasa Sunda. Melayu Betawi sendiri terbagi atas 3 sub-dialek utama, yakni :

- Betawi Kota, dengan contohnya: aye udeh makan (dipakai di wilayah pusat)

- Betawi Udik, contohnya: sayah udah makan (dipakai di pinggiran Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi hingga Karawang)

- Betawi Ora, contohnya: lu ora pegi ke lanang lu? Betawi Ora ini terpengaruh oleh bahasa Jawa seperti dalam kata menjalankan yang menjadi njalanin, sedangkan pada kosakata Betawi umum yang terpengaruh Sunda menjadi ngejalanin.

Sebenarnya Bahasa Melayu Betawi ini bukanlah bentukan dialek Melayu, melainkan sebagai hasil dari kreolisasi yang berlangsung selama berabad-abad sebagai bahasa antar suku dan ras di tanah Batavia. Disamping itu juga terdapat dialek Melayu dipakai oleh kaum Peranakan Cina di Kabupaten Tangerang, yang sedikit banyak sangat mirip dengan Melayu Betawi, dan inilah mungkin wilayah Melayu di Pulau Jawa.

Melayu Indonesia Timur

Bahasa Melayu di kawasan Timur Indonesia keberadaannya merupakan akibat dari kontak dagang semenjak dahulu kala antara pedagang di timur dan barat. Bahasa ini semakin tersebar dengan pesat semenjak kekuasaan Belanda membawa bahasa ini sebagai sarana penyebaran agama Kristen. Seperti halnya Betawi, Melayu di kawasan ini juga merupakan bentuk Kreol dengan susunan bahasa lebih mirip bahasa Eropa ketimbang Indonesia sendiri, bahkan ada suatu penelitian mengatakan bahwa bahasa Melayu Indonesia Timur tidak berkembang langsung dari Semenanjung atau Sumatera, melainkan dari Pulau Kalimantan bahkan Brunei. Di kawasan ini, penyingkatan juga sangat lazim…Varian tersebut antara lain

- Melayu Manado (di kawasan Sulawesi Utara)

- Melayu Makassar (Makassar dan sekitarnya)

- Melayu Larantuka (kawasan Flores Timur, NTT)

- Melayu Kupang (Kupang dan sebagian Timor Barat, NTT)

- Melayu Ternate (Pulau Ternate dan Halmahera)

- Melayu Bacan (Pulau Bacan dan sekitarnya)

- Melayu Ambon (Pulau Ambon dan Lingua Franca di Maluku)

- Melayu Papua/Irian

Contoh Melayu Manado:

Tulis tu apa mo beking, kong putuskan apa tu mo beking capat, apa tu mo beking nanti, apa tu orang laeng mo beking, deng apa tu mo kase sorong vor berikut

Contoh Melayu Kupang:

Dong bekin semacam skenario supaya dong yang tukang bunu orang, trus ada orang laen yang son tau hal yang jadi tumbal.Na, kalo batul skenario model begitu, bararti ini orang yang barmaen di balakang layar tu bukan sambarang orang. Dong pasti tau batul cara bunu orang trus hilangkan jejak, trus jebak orang laen supaya maso di dong pung perangkap. Naaaaa, bapa kan tau to, sapa yang biasa barmaen strategi. Jadi, manurut beta, pasti ada jaringan, mo jaringan apa ke apa, yang panting masala di Poso tu pas ada dia pung jaringan.

Contoh Melayu Papua:

Terimakasih pace SPW atas paketnta. skarang masih tlalu pagi jadi mata sayup sayup tapi sa kan cek paket tu, baru ko so kunjug sobat Asyo di rumah sakit kah belum. Pace dorang so keluarkan peluruh dari perut Asyo bawa ke laboratorium. mudah mudahan peluru itu tak nyasar di jalan sehingga diganti deng peluruh lain yang beda merek.

Sedemikian dulu jabaran saya tentang bahasa Melayu berikut ragamnya di belahan bumi Indonesia, dari barat sampai ke timur, bahkan sebenarnya bahasa ini jauh semenjak dulu berkembangnya. Semenjak tahun 1926, bahasa Melayu sudah menjadi bahasa 'resmi' di Papua untuk mewadahi ratusan suku, dan bahkan sebentuk dialek Melayu sudah terbentuk disana. Sedangkan pada tahun 1928 barulah nama Melayu digantikan dengan Bahasa Indonesia setelah Soempa Pemoeda.
Diperlukan upaya bersama untuk mengembangkan bahasa Indonesia (dan Melayu). Bahasa Indonesia sendiri mengalami banyak penyerapan dari bahasa-bahasa lain, baik bahasa asing maupun bahasa daerah khususnya Jawa dan Melayu Betawi yang seolah sudah jadi bahasa kedua dinegeri ini. Bagaimana dengan di Malaysia dan Singapura?

Semoga takkan hilang Melayu di dunia...

Bambang Priantono

Dari berbagai sumber

1 April 2006

http://rumahkamus.wordpress.com/2007/08/24/sedikit-tentang-ragam-bahasa-melayu-di-indonesia

OTAI (Otak Tenang Akal Inovatif) berkata...

HEI KAU JEPUN... BACA SEJARAH MALAYSIA BILA SEMUA SUKU2 TU JADI "MELAYU".

TAHUN 1946 DI KELAB SULTAN SULEIMAN, KG BARU, KL MASA KITA NAK TUBUH UMNO WAKILI SEMUA BANGSA PRIBUMI DI MALAYA MASA TU. DAN NAK GUBAL PERLEMBAGAAN DAN NAK BUAT APA TU DEFINASI MELAYU.... KAU BACA BLOG AKU LAH LAGI BANYAK MAKLUMAT DRP KAU SELEWENGKAN SEJARAH...

MAKA TENGOK PERLEMBAGAAN 1957 TU YANG ASALNYA DARI PERLEMBAGAAN RAKYAT. SEMUA SUKU RUMPUN MELAYU DI MALAYA BERSATU PERTAMA KALI DAN SETUJU KENALKAN DIRI MEREKA SEBAGAI MELAYU. SEBELUM NI MEREKA BERPECAH KEPADA BELBAGAI PUAK DAN SUKU TERMASUKLAH JAWA DAN BANJAR DLL... FAKTA NI ADA DALAM DOKUMEN DI MUZIUM LANDON DAN ARKIB NEGARA KITA.... PI BACA LAH.

KALAU KAU TANYA JAWA, BANJAR, BANGLADESH DLL YANG JADI PENDATANG HARAM SEKARANG NI.... MEREKA BUKAN MELAYU IKUT PERLEMBAGAAN KITA. SEBAB MEREKA BUKAN WARGANEGARA.

BACALAH BLOG AKU BARU CERDEK SIKIT. BETUL LAH KAU SEBIJI MACAM NIPPON ATAU JAPANG. SORRY YEEE... BUKAN APA HYPER SIKIT.

hensemsikucingitu berkata...

Hambik kau Bro Isham..Sepukal dah buat research panjang lebar dalm komen dia pasal melayu.. Panjang lebar sampai aku pun tak larat nak baca tapi aku pasti isinya cukup jelas nyata bahawa melayu itu luas sampai ke jawa. Tahanks sepukal kerana terangkan kat Bro Isham yang bengong ni...

OTAI (Otak Tenang Akal Inovatif) berkata...

SAMA LAH JUGA KALAU MELAYU IKUT PERLEMBAGAAN 1957... NI "BAHASA MALAYSIA", "BANGSA MALAYSIA" DEPARAYA, KONGSIRAYA? KETUANAN RAKYAT, KEADILAN? BERTBILANG BANGSA, BN? KAU MAMPU MENGUBAHNYA. NI SAPA PULAK......? BUKAN KAH SEMUA INI RETHORIK DEMI UNTUK POLITIK?

MAKA MELAYU TU PON POLITIK LAH JUGA.... SEBAB SIAPA MELAYU DI SEGI BIOLOGINYA? MAHATHIR? ONN JAAFAR, HUSIN ONN, TUNKU AB RAHMAN? NIK AZIZ? ANUAR IBRAHIM? PAK LAH? TUN RAZAK? NAJIB? TG RAZALEIH, KJ? MUKRIZ? MUHYIDDIN? ZAHID HAMIDI? KAU SENDIRI TIUB? ORANG KELANTAN CAKAP KAU NI SAKIT TIUB BUKAN TUKAR TIUB....

TAPI AKU SOKONG KAU... SEBAB KAU JEPUN. AKU PUN MUKA JEPUN JUGAK....

tayar pancit berkata...

memang lawak gabem ni...nak lapor polis konon terhina dan tersinggung...banyak orang melayu makan pun tak cukup, ekonomi lemah kerana ada puak menyeleweng, tak lapor polis pulak...merapu gabem ni...weii kucing...sepukal tu mana buat kajian pun...dia salin dan tampal jaa...itu merujuk namanya...tak biasa baca tesis ka...tapi kalau tesis kat sintok tak tau la aku...

Tanpa Nama berkata...

saya ada/pernah beberapa kenalan rakyat indonesia dari kepulauan dan bangsa yang berbeza.Saya telah bertanya tentang pengenalan bangsa mereka dan ini adalah jawapan yang saya perolehi:1)bangsa Bugis menurut mereka bangsa dari kepulauan Sulawesi,tetapi mereka bukan bangsa melayu.bangsa mereka adalah bugis. .2)mereka Bangsa Flores dari kepulauan Flores tetapi bukan bangsa melayu.3)Mereka bangsa Sunda dari kepulauan jawa tetapi mereka bukan bangsa melayu.4)mereka Bangsa Jawa dari kepulauan Jawa tapi mereka bukan bangsa Melayu.Menurut seorang teman itu lagi, kalau bangsa Melayu di Indonesia ,biasanya terdapat di PADANG iatu salah satu tempat di Pulau Sumatera.ITU KATA BEBERAPA KENALAN DARI INDONESIA.

master berkata...

Pergi mampus dengan bangsa semua. Engkorang nak murtad dari Melayu pun takpe.

Aku dah lama murtad Melayu. Sebab aku mix Bugis, Jawa, Cina, Mendeleng. Okay?. Ada masalah tak?.

Hasil dari percampuran itu lahirlah seorang jejaka Melayu yang kacak.

Oitt UMNO, engkorang ada masalah tak?. Tapi sebab aku nak dapat kontrak juta-juta terpaksa lah aku mengaku yang aku ni MELAYU.

Kah kah kah. Kalau tak, aku tak kisah pun. Pergi mampus la ngan Melayu.